Panen Raya Kopi Arabika Mamasa Catat Lonjakan Ekspor ke Pasar Skandinavia dan Jepang
Petani kopi lereng Gunung Gandang Dewata Mamasa mengekspor 60 ton biji kopi arabika specialty bersertifikasi organik langsung ke roastery di Tokyo dan Oslo.
MAMASA — Komoditas kopi arabika single origin dari pegunungan Kabupaten Mamasa kian berkibar di panggung kopi spesialti dunia. Koperasi Tani Mambi Mandiri memberangkatkan pengiriman kontainer ekspor berisi 60 ton green beans berkualitas cupping score 86,5 ke negara Skandinavia dan Jepang.
Ketinggian tanam di atas 1.400 hingga 1.800 meter dari permukaan laut serta tanah vulkanis di sekitar lereng Gandang Dewata menghasilkan profil rasa kopi unik dengan sentuhan aroma rempah herbal dan keasaman buah markisa yang segar.
Standar Proses Fermentasi Anaerobik Terpadu
Peningkatan mutu ini merupakan buah pendampingan intensif teknik petik merah dan fermentasi anaerobik lambat yang difasilitasi oleh asosiasi barista lokal bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulbar.
"Dulu petani menjual dalam bentuk cherry asalan dengan harga murah. Sekarang dengan pemrosesan basah termonitor, nilai jual biji kering melonjak tiga kali lipat di tingkat petani desa," jelas Manajer Koperasi Tani di Nosu.
Pemerintah Kabupaten Mamasa terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan lintas Mambi–Malabo agar truk logistik kontainer dapat menjangkau sentra perkebunan rakyat tanpa kendala medan longsor di musim penghujan.
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sampaikan respon Anda terhadap isu warta ini dalam 1 klik
Baca kelanjutan artikel selengkapnya »
Naskah warta ini merupakan liputan asli & investigasi independen Meja Redaksi SitammuNews.
Arman Mandar
Koresponden Daerah & Redaktur Mamasa
Berdedikasi menyajikan warta akurat, cerdas, dan berimbang seputar 6 Kabupaten Sulawesi Barat serta kurasi strategis nasional dari sumber terpercaya untuk mencerahkan wawasan publik.
Biro Khusus Mamasa (SitammuNews)
Meja Redaktur Pelaksana SitammuNews (Standar PUEBI 5W+1H)
Mencari Pekerjaan di Sulawesi Barat?
Temukan lowongan kerja terverifikasi BUMN, korporasi perkebunan, dan instansi daerah di 6 kabupaten.



