Prabowo Instruksikan BRIN Percepat Riset Vaksin Malaria RI
Indonesia -- Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat riset vaksin malaria di Indonesia.Kepala BRIN Ari.

Indonesia -- Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat riset vaksin malaria di Indonesia.Kepala BRIN Arif Satria menargetkan riset vaksin ini dapat lebih cepat tercapai dari target yang dipatok sebelumnya."Pak Presiden minta agar proses riset terkait dengan vaksin ini dipercepat.
Dan kita berharap dengan support dari Bapak Presiden tentang terkait dengan vaksin ini, ini bisa kita percepat eh 3 tahun lebih cepat dari seharusnya, karena beliau akan memberikan dukungan penuh terhadap produksi vaksin ini, khususnya vaksin malaria," kata Arif di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (27/10).
ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Ia mengatakan dalam riset vaksin yang tengah berjalan kini, terdapat sekitar lima atau enam kandidat vaksin potensial. Arif menyebut dalam riset tersebut, BRIN juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kemenkes hingga Bio Farma.Ia mengatakan sejumlah parasit yang beredar di Indonesia memiliki kekhususan, di mana salah satunya hingga kini vaksinnya belum ditemukan."Karena beberapa parasit yang ada di Indonesia ini memang agak berbeda, seperti Plasmodium vivax itu memang saat ini vaksinnya belum ada.
Jadi kalau kita bisa produksi di Indonesia, ini bisa menjadi salah satu kontribusi Indonesia untuk dunia," ujar dia.Arif menyebut Prabowo berharap agar hasil riset vaksin itu dapat digunakan di dunia luas, sehingga Indonesia ikut sumbangsih pada kesehatan masyarakat se-dunia.Pada saat yang sama, Arif juga menyebut Prabowo menekankan pentingnya kemandirian obat di Indonesia.
Ia pun menyinggung potensi obat herbal yang sangat kuat di Indonesia.Ia mengatakan perihal itu BRIN juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengakselerasi proses obat herbal."Dan saat ini di BRIN sendiri ada 19 kandidat obat herbal untuk masuk pada fitofarmaka. Jadi beberapa obat yang ada di BRIN kan masih dalam taraf OHT, Obat Herbal Terstandarisasi.
Nah, sekarang ingin menuju pada fitofarmaka," ujar dia.Fitofarmaka sendiri merujuk pada obat bahan alam yang berasal dari tanaman dan telah dibuktikan keamanan serta khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinik pada hewan percobaan serta uji klinik pada manusia.Ia mengatakan untuk menjadi fitofarmaka itu, maka diperlukan berbagai uji klinis, dan BRIN saat ini tengah melakukan itu dengan berkoordinasi dengan Kemenkes dan BPOM. (mnf/dmi)
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sampaikan respon Anda terhadap isu warta ini dalam 1 klik
Baca kelanjutan artikel selengkapnya »
Melanjutkan liputan lengkap dan arsip naskah reportase lapangan via portal resmi CNN Indonesia.
Dewan Redaksi SitammuNews
Kurator & Redaktur Warta Digital
Berdedikasi menyajikan warta akurat, cerdas, dan berimbang seputar 6 Kabupaten Sulawesi Barat serta kurasi strategis nasional dari sumber terpercaya untuk mencerahkan wawasan publik.
Meja Redaksi Utama SitammuNews
Meja Redaktur Pelaksana SitammuNews (Standar PUEBI 5W+1H)
Mencari Pekerjaan di Sulawesi Barat?
Temukan lowongan kerja terverifikasi BUMN, korporasi perkebunan, dan instansi daerah di 6 kabupaten.



